Kamis, 26 Maret 2009

Berubah untuk semua. Part 1.

Susah memang. Banyak orang yang pengen ngerubah dunia, bumi kita. Tapi mereka tidak melakukan perubahan terhadap diri sendiri terlebih dahulu. Saya cuma ingin agar semua remaja untuk memiliki hidup yang sehat, jiwa,raga maupun pikiran. Jadi saya mencoba mengubah diri saya terlebih dahulu.

Kesulitan yang terbesar adalah sangat sulit menciptakan sesuatu yang ada gunanya menjadi kebiasaan.
Perlu semangat besar untuk itu, perlu tekad dan prinsip yang tangguh melakukannya.
Kedisiplinan pun perlu di dorong untuk sukses.

Pertama, diawali dengan membeli sepeda yang akhirnya tidak jadi mengingat lebih efisien jika saya mencoba treadmill yang ada di rumah. Jadi saya mentargetkan untuk berlari minimal 30menit/hari.

Kedua, berusaha sekuatnya untuk tidak mengeluh dan berpikiran positif. Jika mengeluh maka pikiran akan menjadi kotor akan kenegatifan-negatifan yang ada. Tidak bisa disangkal lagi, menurut hukum tarik menarik alam, maka kenegatifan pikiran itu akan terus mempengaruhi kehidupan saya menjadi negatif yang artinya tidaklah menyenangkan untuk dijalani akibat pemikiran yang tidak sehat tersebut. Lain halnya jika saya berpikir positif, bukankah hal yang sangat menyenangkan jika menjalani hidup secara menyenangkan tanpa memiliki keluh kesal yang ada?

Ketiga, tidak menyayangi apapun secara berlebihan selain allah swt, diri sendiri, dan keluarga, karena pada akhirnya semua itu hanya menimbulkan penderitaan. Berdasarkan pengalaman yang ada, bahwa semua yang telah dijalani hanya menghasilkan penderitaan, yang walaupun pada hakikatnya manusia tidak bisa lepas dari penderitaan di dunia, tapi apa salahnya untuk mencegah terjadinya satu penderitaan?

Keempat, Percaya bahwa dunia itu ILUSI. Semua yang berada di atas bumi yang kita pijak saat ini hanyalah ilusi belaka. Seperti yang saya tuliskan di atas, bahwa semakin terikat pada banyak ilusi, semakin lebihlah penderitaan yang terjadi. Lebih baik mengurangi keterikatan pada benda hidup dan kemudian yang mati. Keterikatan pada dunia merupakan nafsu yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan.
Mengenai benda mati, barang-barang yang memiliki kepuasan tersendiri bagi manusia, belanja sampai mati tidak dapat dipungkiri. Saran saya ketika saya menginginkan suatu barang yang padahal tidak berguna untuk jangka waktu kedepan adalah saya memikirkan lebih baik saya menabung uang tersebut yang kemudian dapat dipakai untuk masa depan. Bukanlah hal yang bagus untuk menghabiskan uang untuk membeli barang yang tidak berguna dalam jangka waktu yang lama. Jika tidak bisa, usahakanlah untuk membeli barang produk indonesia untuk menguatkan rupiah terhadap mata uang asing.

1 komentar: