Kecuali mereka yang hidupnya tidak mengambang dan mempunyai satu titik jelas yang telah didapatkannya.
Mereka membrutal atas keeksisan dunia ini, bagaimanapun saya, menangis ketika mengingat bahwa saya pernah ada untuk terlalu menseriusi dunia ini.
Hidup bukan untuk sebuah keeksisan dunia, sayapun berusaha untuk mempertahankan perkataan tersebut.
Bagaimana bisa saya tertawa tanpa mengingat diri saya sendiri, lupa diri. Bagaimana bisa saya mengikuti hawa nafsu dunia tanpa mengingat ini hanya sementara?
Mungkin beberapa di antara pikiran mereka akan menyangkal, Kita hidup di dunia, bagaimana bisa tidak memikirkan dunia? Manusia bisa memikirkan dunia, tapi dengan satu tujuan yang jelas.
Bayangkan jika kita sudah memiliki harta yang melimpah, rumah seperti istana, bahkan mempunyai pesawat pribadi sendiri, serta keluarga yang bahagia. Tapi apakah jiwa sudah tenang? Jangan katakan tidak, Manusia masih saja tidak luput dari perasaan kekosongan, gundah gulana, kekhawatiran, dll.
Rasulallah Muhammad SAW bersabda,
"Manusia tidur nyenyak sampai kematian membangunkannya."
" Dunia adalah penjara bagi orang mukmin."
Ingatlah bahwa semua ini hanya titipan Allah swt, semua akan kembali padanya.
Masih ingin terus eksis untuk hal keduniaan?
APA KATA AKHIRAT?

